Memahami Creative Writing Bersama Naning Pranoto
Naning Pranoto lahir di Yogyakarta, 6 Desember 1957. Pendidikan formal yang pernah ditempuhnya: Akademi Sekretaris Santa Maria Yogyakarta (1979); Sekolah Tinggi Publisistik Jakarta (1985); Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Nasional Jakarta (1986); English Language Centre Monash University, Australia (1996); Creative Writing – University of Western Sydney – Australia (1999); International Relations (Chinese Studies) Bond University, Australia (2001). Kini mempersiapkan studi untuk menempuh S-3 di bidang Chinese Studies di Suzhou University, RRC.
Pengalaman kerja antara lain menjadi wartawati di Majalah Mutiara (Sinar Harapan Grup, 1977-1978), Majalah Kartini (1978-1980; 1982-1984), Pemimpin Redaksi Majalah Jakarta-Jakarta (1981-1982), Editor Majalah Dharma Wanita (1982-1990), Direktur Produksi PT Scorta Video-Film (1987-1990), Direktur Produksi Admella Productions (1991-1994), Penulis Naskah Sandiwara Radio BBC dan Rekaman Cerita di Sanggar Prativi (1985-1992), Direktur Sinergy-21/Aneka Yess! (1997-2003) dan mengasuh Majalah Anak-anak Favorit -Aneka Yess! Grup (2001-2003). Mulai Agustus 2003 – menjadi Pembina Garda Budaya Indonesia dan Penjaga Gerbang www.rayakultura.net (mulai Januari 2005 – ).
Aktif di berbagai organisasi sosial sejak tahun 1982, khususnya yang ada kaitannya dengan pemberdayaan SDM dan pelestarian lingkungan hidup. Antara lain tahun 1985 mendirikan Yayasan Duo Mandiritama dan tahun 1997 mendirikan Sinergy-21 bersama Majalah Aneka Yess!. Tahun 2002 mendirikan Garda Budaya Indonesia didukung oleh para sastrawan, pendidik, motivator SDM dan aktivis pelestarian lingkungan hidup. Aktivitasnya di bidang ini sampai dengan akhir tahun 2003, telah mengunjungi kurang lebih 15.000 tingkat TK-SD-SLTP-SLTA dan Perguruan Tinggi dan mendapat beberapa Piagam Penghargaan. Aktivitas yang ditangani antara lain menggelar berbagai seminar, ceramah, pelatihan di berbagai sektor, antara lain: Kesehatan Alat Reproduksi, Pengembangan Kepribadian, Bina Profesi, Bina Menulis/Mengarang, Pelestarian Budaya, dan Pelatihan Kerja. Sehubungan dengan berbagai kegiatannya ini ia mendapat berbagai undangan dari NGO dalam maupun luar negeri. Antara lain mengikuti workshop dan seminar di Brazil, Belanda, Filipina, Singapura, Malaysia, Bangkok dan Australia.
Sekarang ini selain memimpin Garda Budaya Indonesia, aktif sebagai penulis lepas dan aktif sebagai dosen tamu di berbagai universitas dan dosen tetap di Universitas Nasional (mengajar Creative Writing dan Hubungan Internasional: Pengantar Sejarah Jepang dan Studi Cina). Juga aktif sebagai tutor creative writing dan menjadi pembicara dalam berbagai seminar yang ada kaitannya ada kaitannya dengan pemberdayaan dan peningkatan kreativitas (SDM) kaum muda.
Hobinya menulis, sampai dengan tahun 2005 telah menghasilkan 18 judul novel dan ratusan cerita pendek. Novelnya antara lain Mumi Beraroma Minyak Wangi, Miss Lu, Musim Semi Lupa Singgah Di Shizi, Bella Donna Nova, Azalea Jingga, Angin Sorrento, Perempuan Dari Selatan dan Dialog Antar Dua Topeng, Wajah Sebuah Vagina, Sebilah Pisau Dari Tokyo (Kumpulan Cerita Pendek) dan Kepada Pohon Lelaki (Kumpulan Puisi – Ekspresi Perilaku dan Karakter Lelaki dengan
Segala Kegilaannya). Karya non-fiksi: karya-karya ilmiah yang ditulis di berbagai jurnal, menulis buku 72 Jurus Creative Writing (Seni Mengarang), Kaki-kaki Pikiran dan Ruang Perempuan (Seks, Pemikiran dan Uang), Kekerasan Perempuan Terhadap Pria dan Kepada Pohon Lelaki (Kumpulan Puisi). Karyanya yang berjudul “24 Jam Memahami Creative Writing” tengah disiapkan terbit dalam bentuk mobile book. [www.rayakultura.net]

[...] Scented Mummy by Naning Pranoto was published in Indonesia as Mumi Beraroma Minyak Wangi by IndonesiaTera in 2001. This is the [...]
Mbak naning yang sukses dan kreatif, serta produktif.
mau tanya di Sanggar Prativi Mbak naning buat cerita apa saja?
Terima kasih.
Hebat, top top top bgt..
Mbak, aku mau dong ikut pelatihan yang mbak adain.. Pasti bermanfaat banget tuhh